Pernah dengar kalimat “To be or not to be” dari drama Hamlet? Atau mungkin kamu sering bingung saat harus pakai “am”, “is”, atau “are” dalam percakapan sehari-hari? Tenang, kamu nggak sendirian! To be memang jadi salah satu materi dasar Bahasa Inggris yang sering bikin pusing, tapi sebenarnya gampang banget kalau kamu tahu triknya.
Di artikel ini, Tugasin bakal bongkar tuntas semua hal tentang to be – mulai dari pengertian, bentuk-bentuknya, cara pakai yang benar, sampai contoh kalimat yang bikin kamu langsung paham. Siap jadi jagoan Bahasa Inggris? Yuk, kita mulai!
Pengertian To Be dalam Bahasa Inggris
To be itu apa sih sebenarnya? Singkatnya, to be adalah kata kerja dasar yang paling penting dalam Bahasa Inggris. Fungsinya kayak perekat yang menghubungkan subjek dengan informasi tentang dirinya. Misalnya, kalau kamu mau bilang “Saya bahagia”, kamu butuh to be “am” untuk jadi kalimat lengkap: “I am happy”.
To be punya arti dasar “menjadi” atau “ada”, tapi dalam praktiknya, dia bisa berubah bentuk tergantung waktu (present, past, future) dan subjeknya. Nah, supaya nggak bingung, yuk kita lihat bentuk-bentuknya dulu.
Butuh bantuan lebih lanjut untuk memahami grammar Bahasa Inggris? Tugasin punya jasa joki tugas yang bisa bantu kamu mengerjakan tugas Bahasa Inggris dengan cepat dan akurat. Cek layanannya di sini!
Bentuk To Be Present Past Future
To be punya tiga bentuk utama berdasarkan waktu: present (sekarang), past (lalu), dan future (akan datang). Setiap bentuk punya variasi tergantung subjeknya. Yuk, kita bedah satu per satu!
To Be Present (Sekarang)
Bentuk present digunakan untuk menyatakan keadaan atau fakta saat ini. Ini dia bentuknya:
- I am – Saya (adalah/merasa/berada)
- You are – Kamu (adalah/merasa/berada)
- He/She/It is – Dia/Benda (adalah/merasa/berada)
- We are – Kita (adalah/merasa/berada)
- They are – Mereka (adalah/merasa/berada)
Contoh kalimat:
- “I am a student.” (Saya seorang pelajar.)
- “She is beautiful.” (Dia cantik.)
- “They are at the park.” (Mereka ada di taman.)
To Be Past (Lalu)
Bentuk past digunakan untuk menyatakan keadaan atau fakta di masa lalu. Ini dia bentuknya:
- I was – Saya (dulu/pernah)
- You were – Kamu (dulu/pernah)
- He/She/It was – Dia/Benda (dulu/pernah)
- We were – Kita (dulu/pernah)
- They were – Mereka (dulu/pernah)
Contoh kalimat:
- “I was tired yesterday.” (Saya lelah kemarin.)
- “She was a doctor.” (Dia dulu seorang dokter.)
- “They were happy last week.” (Mereka bahagia minggu lalu.)
To Be Future (Akan Datang)
Ada dua cara untuk menyatakan to be di masa depan:
- Menggunakan will be: “I/You/He/She/It/We/They will be…” (Saya/Kamu/Dia/Kita/Mereka akan…)
- (Untuk rencana) Menggunakan (am/is/are) going to be: “I am going to be…”, “She is going to be…”, dll.
Contoh kalimat:
- “I will be there at 5 PM.” (Saya akan ada di sana jam 5 sore.)
- “She is going to be a teacher.” (Dia akan menjadi seorang guru.)
- “They will be at the party.” (Mereka akan ada di pesta.)
Cara Menggunakan To Be dengan Benar
Sekarang, setelah tahu bentuk-bentuknya, yuk kita pelajari cara pakainya yang benar. To be digunakan untuk:
- Menjelaskan identitas: “She is a nurse.” (Dia seorang perawat.)
- Menjelaskan keadaan: “I am happy.” (Saya bahagia.)
- Menjelaskan lokasi: “They are at home.” (Mereka ada di rumah.)
- Menjelaskan profesi: “We are students.” (Kami adalah pelajar.)
- Menjelaskan waktu: “It is 3 PM.” (Sekarang jam 3 sore.)
Tapi hati-hati, banyak yang salah kaprah loh! Misalnya, sering banget ada yang bilang “I am go to school” padahal yang benar adalah “I go to school” karena “go” sudah kata kerja utamanya. To be nggak dipakai kalau sudah ada kata kerja lain dalam kalimat.
Kamu kesulitan mengerjakan tugas grammar Bahasa Inggris? Jangan khawatir! Tugasin menyediakan jasa joki makalah dan karya ilmiah yang bisa bantu kamu menyelesaikan tugas dengan hasil maksimal. Klik di sini untuk info lebih lanjut!
h2>Contoh Kalimat To Be yang Mudah Dipahami
Supaya makin paham, yuk kita lihat contoh-contoh kalimat to be dalam berbagai situasi.
Present
- The sky is blue. (Langit berwarna biru.)
- The children are playing in the yard. (Anak-anak sedang bermain di halaman.)
Past
- We were late for the meeting. (Kami terlambat untuk rapat.)
- He was my best friend. (Dia dulu teman baikku.)
Future
- I will be a doctor someday. (Saya akan menjadi dokter suatu hari nanti.)
- They are going to be here soon. (Mereka akan segera ada di sini.)
<
Kesalahan Umum Saat Pakai To Be
Meskipun kelihatannya sederhana, to be sering banget bikin salah. Ini dia kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan cara menghindarinya:
1. Salah Pilih Bentuk To Be
- Salah: “She am happy.”
- Benar: She is happy.”
Ingat, “she” selalu pakai “is” di present, bukan “am” atau “are”.
h3>2. Lupa Pakai To Be Saat Dibutuhkan
- Salah: “They in the classroom.”
- <strongBenar:</strong& "They are in the classroom.”
Kalau mau jelaskan lokasi atau keadaan, jangan lupa to be-nya ya!
3. Pakai To Be dengan Kata Kerja Lain
-
<li<Salah: “I am go to school.”
>
<li<Benar: “I go to school.”
Ingat, to be nggak dipakai kalau sudah ada kata kerja utama dalam kalimat.
4. Salah Pakai To Be di Tenses Lain
t
- Salah: She is my teacher last year.”
- Benar:</strong& "She was my teacher last year.”
Kalau konteksnya masa lalu, pastikan pakai bentuk past-nya ya!
Masih merasa kesulitan dengan grammar Bahasa Inggris? Tenang, Tugasin punya solusinya! Kamu bisa menggunakan jasa cek plagiarisme untuk memastikan tugasmu bebas plagiat dan berkualitas. Cek layanannya di sini.
>
Nah, sekarang kamu udah paham kan tentang to be dalam Bahasa Inggris? Ingat, kunci untuk menguasainya adalah sering-sering latihan dan praktik langsung. Coba deh bikin kalimat sendiri pakai to be, atau perhatikan penggunaannya saat baca artikel atau nonton film berbahasa Inggris.
>
Kalau kamu masih merasa butuh bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk menggunakan layanan Tugasin. Kami punya jasa joki skripsi dan joki tugas yang bisa bantu kamu menyelesaikan tugas-tugas akademik dengan mudah. Kunjungi website kami</a& untuk info lebih lengkap. Yuk, jadi mahir Bahasa Inggris bareng Tugasin!