Mimpi tinggal di Jepang bukan lagi hal yang mustahil! Anissa-sensei, tutor Cetta Japanese, sedang menjalani kehidupan seru di Hyogo, Jepang. Lewat sesi LIVE Instagram Cetta, ia membagikan pengalaman menarik seputar belajar, bekerja, hingga kehidupan sehari-hari di negeri sakura. Penasaran gimana rasanya tinggal di sana? Yuk, simak cerita lengkapnya dan temukan inspirasi untuk meraih impianmu!
Persyaratan Belajar dan Bekerja di Jepang
Anissa-sensei saat ini sedang menempuh pendidikan di senmon gakko (sekolah vokasi) jurusan caregiver di Hyogo. Menariknya, ia mendapatkan beasiswa dari pemerintah daerah Hyogo-ken! Tapi, apa saja sih syarat untuk bisa belajar dan bekerja di Jepang?
Pertama, kemampuan bahasa Jepang jadi kunci utama. Anissa-sensei menjelaskan, minimal level N3 diperlukan untuk mengikuti program senmon gakko. Kalau belum mencapai level tersebut, kamu bisa mengikuti kelas bahasa Jepang dulu selama 6 bulan. Anissa-sensei sendiri sudah memiliki level N2, jadi ia bisa langsung fokus pada pendidikan vokasinya.
Selain bahasa, persyaratan lainnya ternyata cukup sederhana, lho! Kamu hanya perlu menyiapkan dokumen-dokumen penting dan mengikuti wawancara. Anissa-sensei bahkan sempat kaget karena wawancaranya sepenuhnya dalam bahasa Jepang, tapi para penguji sangat sabar dan membantunya memahami setiap pertanyaan.
Tips dari Tugasin: Jika kamu tertarik belajar di Jepang, pastikan kemampuan bahasa Jepangmu sudah memadai. Tugasin bisa membantumu dengan jasa joki tugas bahasa Jepang atau jasa pembuatan makalah untuk tugas-tugasmu selama persiapan. Jadi, kamu bisa fokus meningkatkan kemampuan bahasa dan mempersiapkan dokumen!
Kehidupan Sehari-hari di Jepang
Sebelum menetap di Hyogo, Anissa-sensei sempat tinggal di Tokyo dan mengambil senmon gakko jurusan fashion. Kini, rutinitasnya di Hyogo cukup padat: bersekolah, mengajar sebagai tutor di Cetta Japanese, dan bekerja part-time (baito) di rumah sakit. Di Jepang, bekerja part-time memang sangat umum, bahkan di kalangan pelajar.
Berapa sih gaji part-time-nya? Di Hyogo, Anissa-sensei dibayar sekitar 1.000 yen per jam (sekitar Rp100.000). Dalam seminggu, ia bisa mengumpulkan sekitar 20.000 yen (sekitar Rp2 juta). Lumayan banget, kan? Selain untuk biaya hidup, ia juga bisa menabung untuk masa depan.
Menurut Anissa-sensei, tinggal di Jepang terasa lebih nyaman dan tenang, terutama di daerah pedesaan seperti Hyogo. Udara lebih sejuk, lingkungan dikelilingi sawah, dan orang-orangnya ramah. Namun, ada juga tantangannya, lho! Misalnya, jarak ke konbini (minimarket) yang jauh. Di Tokyo, konbini seperti Lawson atau Family Mart ada di setiap sudut jalan, tapi di desa, ia harus berjalan kaki 20 menit untuk menemukan yang terdekat.
Tantangan dan Keuntungan Tinggal di Jepang
Setiap pengalaman pasti ada suka dan dukanya. Anissa-sensei membagikan beberapa hal yang ia rasakan selama tinggal di Jepang.
- Keuntungan:
- Kehidupan lebih tenang dan nyaman, terutama di daerah pedesaan.
- Orang-orang ramah dan suka menyapa, berbeda dengan di kota besar seperti Tokyo.
- Peluang kerja part-time yang cukup menguntungkan.
- Akses pendidikan vokasi yang berkualitas dan terjangkau.
- Tantangan:
- Musim dingin (fuyu) yang sangat menyiksa, terutama bagi yang tidak terbiasa dengan cuaca ekstrem.
- Jarak tempuh yang jauh untuk kebutuhan sehari-hari, seperti ke minimarket atau pusat perbelanjaan.
- Bahasa Jepang yang harus terus diasah, terutama istilah-istilah teknis di bidang pekerjaan.
Apa yang paling menarik dari cerita Anissa-sensei? Ia menekankan bahwa ilmu yang ia dapatkan di Jepang, terutama di bidang kesehatan, tidak hanya berguna untuk bekerja di sana, tapi juga bisa diterapkan di Indonesia. Jadi, belajar di Jepang bukan hanya soal karier, tapi juga investasi ilmu untuk masa depan!
Ingin tahu lebih banyak tentang peluang belajar di Jepang? Tugasin bisa membantumu menyiapkan dokumen atau tugas-tugas akademik dengan jasa joki skripsi atau jasa cek plagiarisme agar semuanya siap sebelum keberangkatan. Jadi, kamu bisa lebih fokus pada persiapan lainnya!
Tips Belajar Bahasa Jepang untuk Studi dan Kerja
Apa yang paling penting untuk dipersiapkan sebelum berangkat ke Jepang? Jawabannya adalah bahasa Jepang! Anissa-sensei menekankan, kemampuan berbahasa Jepang akan sangat membantumu dalam berkomunikasi sehari-hari, baik di sekolah, tempat kerja, maupun dalam kehidupan sosial.
Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:
- Tingkatkan kemampuan bahasa Jepangmu minimal hingga level N3. Jika belum mencapai level tersebut, ikuti kelas bahasa Jepang terlebih dahulu.
- Pelajari istilah-istilah teknis sesuai bidang yang kamu tekuni. Misalnya, jika kamu belajar di bidang kesehatan, pelajari istilah-istilah medis dalam bahasa Jepang.
- Latih kemampuan berbicara agar lebih percaya diri saat berkomunikasi dengan orang lokal. Jangan takut salah, karena orang Jepang akan menghargai usahamu untuk belajar bahasa mereka.
- Manfaatkan sumber belajar yang menyenangkan, seperti menonton anime, drama Jepang, atau mengikuti kelas interaktif seperti di Cetta Japanese.
Di Cetta Japanese, kamu bisa belajar bahasa Jepang dengan tutor-tutor yang berpengalaman dan menyenangkan, seperti Anissa-sensei. Sistem pembelajarannya dirancang agar fun dan mudah dipahami, cocok untuk semua level. Kamu juga bisa memilih kelas sesuai kebutuhanmu, mulai dari pemula hingga persiapan ujian JLPT.
Tugasin punya solusi untukmu! Jika kamu kesulitan dengan tugas-tugas bahasa Jepang selama persiapan, Tugasin siap membantumu dengan jasa joki tugas atau bahkan jasa pembuatan makalah. Jadi, kamu bisa lebih fokus pada peningkatan kemampuan bahasa dan persiapan lainnya!
Apa kamu tertarik untuk mengikuti jejak Anissa-sensei? Mulailah dengan mempersiapkan bahasa Jepangmu dari sekarang. Dengan tekad dan usaha yang kuat, impianmu untuk tinggal dan belajar di Jepang pasti bisa terwujud. Jangan lupa, Tugasin selalu siap membantumu dalam setiap langkah perjalanan akademikmu!